Rabu, 12 Oktober 2016

Relasi Makna Antonimi

Antonimi

Antonim dikenal sebagai  relasi makna suatu kata yang beroposisi dengan kata lain. Contoh kata antonim adalah:
Panjang >< Pendek
Besar >< Kecil
Sukar >< Mudah


Secara semantik, antonim dapat digolongkan menjadi apa saja? 

Secara semantik, antonimi dapat digolongkan menjadi empat, diantaranya: antonimi biner, nonbiner, bergradasi dan tak bergradasi.


Antonimi Biner

Syarat sebuah kata masuk dalam golongan antonimi biner adalah:
Apabila bukan/ tidak Y, pasti X
Apabila bukan/ tidak X, pasti Y

contoh antonimi biner:

mati >< hidup 
laki-laki >< perempuan
jantan >< betina
pria >< wanita
kata-kata dalam contoh di atas tidak memiliki lawan kata yang lain selain yang tertera.

Antonimi Nonbiner

Syarat sebuah kata masuk dalam golongan antonimi nonbiner adalah:
Oposisi kata bisa 1 kata melawan banyak kata.

contoh antonimi nonbiner:

ayah - paman
suami - istri
barat - utara 

Antonimi Bergradasi

Syarat sebuah kata masuk dalam golongan antonimi bergradasi adalah:
Jika suatu kata dapat dilekatkan dengan kata yang menunjukan kualitas, maka itu bergradasi.

contoh antonimi bergradasi:

dingin - hangat - panas

Antonimi Tak Bergradasi

Syarat sebuah kata masuk dalam golongan antonimi tak bergradasi adalah:
Jika suatu kata tidak dapat dilekatkan dengan kata yang menunjukan kualitas, maka itu tak bergradasi.

contoh antonimi tak bergradasi:

bapak - ibu
suami - istri
hidup - mati

Satu kata dapat masuk ke dalam beberapa golongan antonimi. Lihat contoh kata dalam tabel di bawah ini! Tanda "+" menyatakan jenis antonim suatu kata.

No
Kata
Jenis Antonim
Biner
Nonbiner
Bergradasi
Takbergradasi
Relasional
Direksional
1
Sukar >< Mudah

+
+



2
Jujur >< Bohong
+


+


3
Maju>< Mundur

+
+


+
4
Terjauh ><
Terdekat

+

+


5
Buka >< Tutup
+



+


6
Buka >< Tutup

+

+



7
Taruh >< Ambil

+

+

+
8
Masuk >< Keluar
+


+
+
+
9
Kedepan >< Kebelakang

+
+

+
+
10
Cepat >< Lambat

+
+



11
Nyala >< Padam
+


+


12
Penumpang >< Supir

+

+
+

13
Pemandu >< Peserta

+

+
+

14
Pelaku >< Korban

+

+
+

15
Berhenti >< Melaju
+


+

+

Kamis, 05 November 2015

Relasi Makna Sinonimi

Relasi Makna Sinonimi

Relasi makna dalam suatu bahasa terbentuk akibat sifat arbitrer suatu bahasa. Berikut ini akan dibahas beberapa relasi makna secara semantik.

Sinonimi

Sinonimi merupakan suatu relasi makna yang terbentuk akibat adanya kesamaan makna antara kata yang satu dengan kata yang lain. Untuk mengetahui suatu kata merupakan sinonim atau bukan, kita dapat memasukannya dalam sebuah konteks kalimat. Apabila kata tersebut mampu menggantikan kata yang lain untuk membentuk sebuah konteks makna kalimat yang sama, maka dapat dipastikan kata tersebut bersinonim. 
Contoh:
Enak  = Lezat
konteks kalimat: 
1. Makanan di kantin sekolah sangat enak.
2. Makanan di kantin sekolah sangat lezat.

Dari contoh di atas, dapat dipastikan bahwa kata enak bersinonim dengan kata lezat.

Mengapa harus menggunakan konteks kalimat?
coba perhatikan kata di bawah ini:

Gugur=mati

Secara leksikal kata gugur memiliki empat makna, (1)jatuh sebelum masak (2)batal; tidak jadi; tidak berlaku lagi (3)mati dl pertempuran: (4)kalah; rontok:
Sedangkan mati memiliki lebih dari 10 makna leksikal. Kata "gugur" dapat  dikatakan bersinonim dengan "mati" apabila konteks yang dimaksud adalah seperti contoh di bawah:
Kakaknya gugur di medan pertempuran. 
Namun, kata gugur tidak dapat dikatakan bersinonim dengan mati apabila konteksnya adalah seperti contoh di bawah:
Tim SMA 1 gugur.
Pada konteks kalimat di atas, kata gugur tidak dapat bersinonim dengan mati, sebab apabila kata gugur pada konteks kalimat di atas diganti dengan kata mati, maka makna kalimat yang terbentuk akan menjadi berbeda. "Tim SMA 1 gugur." memiliki makna Tim  SMA 1 kalah . Kata gugur pada kalimat di atas tidak dapat digantikan dengan kata mati, sebab makna kalimat yang terbentuk sangat berbeda. Kata gugur pada kalimat di atas lebih tepat apabila diganti dengan kata tumbang atau kalah.

Berikut contoh sinonim berserta konteks kalimatnya:

No
Kata
Makna
Konteks Kalimat
1
Dana

Anggaran
uang yg disediakan untuk suatu keperluan; biaya:
rencana penjatahan sumber daya yg dinyatakan dng angka, biasanya dl satuan uang;
Dana santunan kecelakaan mencapai 25 juta.
Anggaran untuk korban kecelakaan mencapai 25 juta.
2
Imbas

Efek
perolehan sesuatu sbg akibat pengaruh sesuatu yg lain,
akibat; pengaruh:
Warga sudah merasakan imbas dari pembangunan pabrik.
Kenaikan harga bensin mempunyai efek terhadap harga kebutuhan pokok.
3
Hemat

Irit
berhati-hati dl membelanjakan uang, dsb; tidak boros;
tidak boros
Hemat uang jajanmu!

Kamu harus lebih irit dalam menggunakan uang jajan!
4
Menghidupkan




Menyalakan
menjadikan (membuat, menyebabkan) hidup  (dipakai dl berbagai makna spt menyalakan, membangkitkan kembali, membakar)
menjadikan bernyala;
Adik menghidupkan lampu karena sudah petang.



Andi menyalakan lampu kamarnya sejak tadi siang.
5
Pakar

Ahli
(orang) ahli; spesialis;

orang yg mahir, paham sekali dl suatu ilmu (kepandaian)
Pak Adi adalah pakar Bahasa Indonesia.
Agus bercita-cita menjadi ahli Bahasa Sansekerta.
6
Absolut

Mutlak
tiada terbatas;

tiada terbatas;
Tidak ada kebenaran yang absolut.
Tidak ada kebenaran yang mutlak.
7
Harmoni

Serasi
keselarasan; keserasian

cocok; sesuai;
Harus ada harmoni antara gerak dan irama ketika menari.
Untuk menciptakan keindahan suatu tarian, dibutuhkan gerak dan irama yang serasi.
8
Sah


Legal
dilakukan menurut hukum (undang-undang, peraturan) yg berlaku:
sesuai dng peraturan perundang-undangan atau hukum
Dibutuhkan surat-surat keterangan yang sah dari kepolisian.
Artos memiliki izin usaha yang legal untuk menambang di sini.
9
Evaluasi


Penilaian
Penilaian
proses, cara, perbuatan menilai; pemberian nilai (biji, kadar mutu, harga)
Akan diadakan evaluasi pada akhir minggu ini.
Minggu ini akan dilaksanakan penilaian kinerja guru.
10
Benar

Betul
sesuai sebagaimana adanya (seharusnya) dapat dipercaya
sesungguhnya dapat dipercaya
Kesaksiannya benar.

Betul seperti apa yang dikatakannya.
11
Rajin

Giat
suka bekerja (belajar dsb); getol; sungguh-sungguh bekerja;
bergairah, dan bersemangat (tt perbuatan, usaha, dsb);
Ia rajin bekerja.

Ia giat belajar.
12
Bahagia


Senang
keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan)
tidak ada sesuatu yg menyusahkan, tidak kurang suatu apa dl hidupnya
Ia kini sudah hidup bahagia.


Ia kini sudah hidup senang.
13
Melihat

Memandang
memperhatikan;

mengarahkan pandangan ke
Ali sedang melihat lukisan di dinding.
Andi sedang memandang lukisan.
14
Bohong

Dusta
tidak sesuai dng hal (keadaan dsb) yg sebenarnya;
tidak benar (tt perkataan)
Ari suka berkata bohong.

Apa yang dikatakannya adalah dusta.
15
Buruk

Jelek
tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb)
tidak enak dipandang mata; buruk (tt wajah)
Tulisanmu sangat buruk.

Tulisanmu sangat jelek.